Kamis, 25 November 2010

Surat Cinta Untukmu Kekasihku


Bismillah
Assalamualaikum cinta, apa kabar? 
Apa kabar dengan hati yang lama tak pernah ku jumpa?
Apa kabar dengan hati yang masih dalam perjuangannya demi menggapai ridho-Nya?
Apa kabar dengan setia dan kejujuran?
Cinta... andai saja aku bisa mengungkap semua kata dan rasa dalam hati yang aku punya ini..., maka seribu lembar kertas pun tak akan cukup untukku menuangkannya. Banyak sekali cinta, banyak yang ingin aku ungkap secara langsung di hadapmu nanti. Andai kau tahu, aku hambar tanpa pengisi kasih dan pedulimu padaku, andai saja kau tahu apa yang aku rasakan ini untukmu....
Cinta bukan yang bernama keegoisan rasa, bukan yang megucap bagaimana?” namun “ aku mengerti...
bukan “ kamu di mana? tapi aku di sini....
bukan  aku ingin kamu seperti ini....” akan tetapi “ aku mencintaimu dengan apa adanya dirimu bukan karena ada apanya...”
sepinya diriku tanpa kau di sini, hampanya hatiku karena ku tahu dengan nyata kau tak berada di sampingku, 
seringnya kau patahkan aku....namun aku bukan seorang yang mudah menyerah...aku bertahan, karena ada kejujuranku... untuk mengasihimu....luka itu memang sakit cinta, akan tetapi lebih sakit lagi jika aku membohongi diri ini.Mungkin aku bisa menggunakan dusta putihku, namun selama aku masih bisa menjaga kebaikan dalam jujurku, sungguh... demi Dia yang Maha Menghargai, ku akan berjalan di sini tanpa ada paksa dari siapapun, dan yang ututh adalah hanya ada nurani dan hati yang suci. 
Ketika luka – luka telah mengering, Selama itu pula aku haus untuk merindukanmu, pun selama luka itu masih basah dan masih pekat terasa ngilu di ulu hatiku. Cinta, inginnya aku bersamamu, menjaga hati mu, mendampingi mu ketika resah dan gundah melandamu, ahh... cinta akankah kau tahu begitu dalamnya kasihku. Sehingga semua luka dan kecewa itu tak akan mampu mengubahnya, sekalipun pernah kau memintanya untuk aku melakukannya. 
Maafkan cinta, maafkan aku, karena aku terlalu jujur pada perasaanku. Dan semua, semua.... masih tetap utuh pada tempatnya. Rasa yang bercampur baur, ada duka, ada kecewa, namun ada pula rasa percaya di antara sejuta ragu, ada setitik cahya diantara gelapnya cakrawala. 
Ketika semua terhempas karena sia – sia, maka akan ku coba pelajari kesedihan ini, kesakitan ini, dan ku anggap ini sebagai hadiah besar-Nya. 
Derita ini adalah anugerah dan suatu kehormatan tersendiri bagiku di atasnya dan di bawah kekuasaan-Nya. Jiwa tak akan pernah mengenal arti tegar jika ia hanya datar merasakan perjalanan hidupnya. Hati tak akan pernah mengerti rasa sakit, jika ia selalu bahagia, Maha Suci Tuhan Semesta Alam atas segala rangakaian hidup yang sempurna ini.  
Dan cinta.... kau membuatku banyak belajar dalam sakitnya aku ketika aku terhujam mendekam dalam tebing bebatuan yang tajam. Kau membuatku menjadi orang “ besar” dalam rasa kesyukuranku pada-Nya. Terima kasih cinta, kau membuat aku menjadi jiwa yang sabar atas segala penantian dan pengertian. Secuil apapun itu harapan adalah tetap menjadi harapan. Dimana ia juga bisa tumbuh dari rasa kecewa, dari rasa luka. Maka biarkanlah ia tumbuh menjadi dewasa dalam matangnya pemahaman.
Mungkin aku akan berdiri di atas rangakain jerami yang selalu ada di depanku ketika aku berjalan, dan tiada lain adalah rasa sabar ketika aku harus membersihkannya, tiada lain dari rasa ikhlas ketika aku merasa lelah untuk merapikannya agar ia tak melukaiku. Namun ketika goresan luka itu ada, tiada lain pula rasa bertahan dan pengupayaan untukku mengobatinya. Dan tiada lain dengan rasa tulus aku melakukannya. 
Begitu pula dengan mu cinta...  jika pun harus ada air mata, maka biarlah ia menjadi teman sedihku untuk menyayangimu... jika ada rasa sakit mendera, maka biarkanlah ia menjadi teman setiaku dalam bertahan atas segala kejujuranku padamu ....

Sungguh aku bersyukur, karena aku mengenalmu cinta, sekalipun aku tak pernah utuh memilikimu, sekalipun utuh yang kau punya takhanya untukku... jangan tanyakan tentang kesedihan yang kau pun tahu cinta, jangan bertanya tentang rasa sakitku, bila kau pun merasakannya... aku memang manusia biasa, yang tak sempurna, dan kadang salah... namun rasa kasihku telah mengalahkan rasa sakitku,rasa asihku mengalahkan egoku… dan sayangku.... telah mampu mengobati luka – luka itu. 
Cinta, kapan aku bisa menyentuhmu?
Dimana aku bisa menemui hangatnya jemarimu mengusap semua peluhku?Ataupun sebaliknya aku yang mengusap peluh di wajahmu...Dan aku yang akan membelai lembut bahumu ketika kau goyah di jalan perjuanganmu bersamaku, agar kau tahu betapa pedulinya aku terhadapmu.


Cinta, dalam sujudku pada-Nyaku titipkan doa dan pintaku.....
semoga kau senantiasa dalam penjagaan-Nya ketika penjagaanku tak sampai padamusemoga kau selalu dikasihi dan disayangi -Nya ketika kasih dan sayangku tak mampu melampaui dimana kau berada saat ini. Ku pinya pada-Nya agar Cinta-Nya selalu ada untukmu, ketika aku tak sanggup lagi mencintai. 
Ku tegarkan, segala kerapuhan, kan ku indahkan segala kesedihan...
bahagia mu adalah doa dan harapku....
senyumu, menjadi suatu cita – cita dimana aku bisa merasakannya itu tulus hanya untuku...
Semoga kan selalu baik adanya, meskipun jalan ini tak sempurna....
ucap terakhirku, ku harap kan terbaca jelas di mata dan hatimu...
aku mengerti.... aku di sini, dan aku mencintaimu apapun adanya kau dengan segala kurangmu...
dan biarlah......... biarlakanlah tulusku... yang mencintaimu....
Wassalamualaikum.....


Jumat, 15 Oktober 2010

Keindahan

Baginda Rasulullah saw.
Pernah mengatakan "bahwa seorng mukmin adalah cermin buat saudara yg saling bersilaturahim adalah sebenarx sedang saling bercermin.Dan wajah saudaranyalah ia menemukan kesadaran akan bintik-bintik noda diri sendiri.Disitu pula,ia mendapatkan harapan,kesyukuran,dan kebahagiaan."

Duhai Wanita

Jadilah seperti pohon kurma, tinggi cita-citanya kebal dari penyakit dan bila di lempar batu, ia membalas dengan buah kurmanya.

Impian Cita-Cita

Kadang yang kita impikan itu bukan milik kita,
impian tidak sama dengan cita-cita
lupakan impian diri,
kejar cita-cita umat dunia akan ditinggalkan impian bakal lebur
namun cita-cita itu tetap bersambung sebagai penerus.

Pandailah Memilih Teman

Memilih teman sama artinya dengan memilih masa depan. Memilih teman sama artinya sama dengan memilih perilaku dan memilih teman sama artinya dengan memilih kualitas ilmu.

Maka, siapa pun yang ingin masa depannya cerah, perilakunya menawan hati, serta luas ilmu dan wawasannya, maka iya harus sangat pandai memilih teman. Kita akan sukar berkembang bila sehari-hari kita bergaul dengan orang-orang malas.

Kita pun akan sukar meraih kemuliaan akhlak, bila sehari-hari kita bergaul dengan orang yang buruk akhlaknya. Maka, tinggi rendahnya kualiti seseorang manusia sangat dipengaruhi oleh kualiti orang yang menjadi tamannya.

Merenungi

Menyesali sebelum melakukan adalah keberuntungan dan
menyesal setelah kejadian adalah ketidak bergunaan.
Intropeksi diri, beristigfar setiap waktu, adalah lebih baik
daripada terlanjur melakukan kekhilafan.
Allah memang maha penerima taubat,
tapi urusan kita adalah untuk selalu menjaga diri dari dosa.

HidupQ

Q jalani hdp ini dgn pnh ksabaran n pnh rintangan...Q tbangun dr tdrq mbuatq slalu tringat akan kbesaranMu,Engkaulah pmilik alam semesta...

Q slalu mbaca ayatmu hatiq slalu gmetar n mbuat air mataq menetes akan indahx n maha besar ciptaanmu n maha dahsyat...

Dsetiap langkahq ada yg mbuat diriq bahagia n mbuat diriq larut dlm mjalankan hidup,namun Q jalani hdp ini pnh ksabaran...Q hrs mjadi wanita yg sabar n tabah dlm mjalankan hdp krn hdp ddunia ini hanya sementara n akan dkembalikan o/ ALLAH SWT...